Home Seminar Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Mental Anak dari Tinjauan Pembentukan Pola Neurologis Otak
 

Ikut Berpartisipasi

Mari sukseskan program-program KHARISMA dengan partisipasi Anda melalui Nomor Rekening :

Bendahara KHARISMA

Septi Panca Sakti
Konto Nr. 161 91 54
BLZ  613 700 24
Deutsche Bank Aalen

Kharisma di Facebook

Sahabat Kharisma

Ikut Milis Kharisma

Tempat sahabat-sahabat KHARISMA berbagi, bertukar pikiran, wawasan, pengalaman dan ilmu pengetahuan.

 

Kegiatan seminar KHARISMA merupakan kontribusi KHARISMA dalam membantu mencerdaskan perempuan Indonesia. Acara seminar KHARISMA senantiasa menghadirkan pakar-pakar ilmu di bidangnya. Tujuannya mendorong pengembangan potensi perempuan Indonesia di seluruh dunia.

Seminar Online diadakan secara rutin minimal 2 bulan sekali. Sedangkan jenis seminar lainnya, Seminar Milis dan seminar darat, selalu diusahakan untuk diselengarakan minimal setahun sekali. Tema yang dibawakan sangat beragam, mulai dari masalah pengembangan diri wanita, kesehatan wanita, sekolah dan karir wanita, wanita sebagai ibu, juga wanita sebagai manager dalam keluarga.

Tertarik  dengan masalah tertentu? Kirimkan ide dan masukan Anda ke humaskharisma[at]yahoo.de

Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Mental Anak dari Tinjauan Pembentukan Pola Neurologis Otak PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 01 November 2009 00:00
Article Index
Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Mental Anak dari Tinjauan Pembentukan Pola Neurologis Otak
Resume Seminar Online Oktober 2009 (2)
Resume Seminar Online Oktober 2009 (3)
Resume Seminar Online Oktober 2009 (4)
All Pages
Resume Seminar Online Oktober 2009
Nara sumber: H. Ir. Purwanto Yusdharmanto

Seminar online KHARISMA Women and Education bulan Oktober 2009 mengangkat tema “Pengaruh Lingkungan terhadap perkembangan Mental Anak dari Tinjauan Pembentukan Pola Neurologis Otak". Nara sumber seminar kali ini adalah Bapak H. Ir. Purwanto Yusdharmanto, seorang public speaker, trainer dan mentality therapist. Beliau merupakan pendiri PT. REPS Indonesia, penggagas Deep-Mind Power Engineering Technique (http://deepmindpower.com/), yang telah berpengalaman melakukan pelatihan dan terapi untuk perusahaan, keluarga, dan siswa sekolah menengah.

Secara garis besar, manusia, sejak usia kanak kanak hingga dewasa, selalu berada dalam keadaan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Menurut penelitian pakar neurologi otak, manusia akan senantiasa dibentuk oleh lingkungan atau faktor eksternal dari luar tubuhnya dalam setiap detik kehidupannya, selama ia masih dapat bernapas.

Pengaruh lingkungan pada anak-anak sangat luar biasa karena pada masa kanak-kanak dikenal “the golden age" atau masa keemasan dimana penyerapan hal-hal yang membentuk pola di dalam otak anak berlangsung sangat cepat dan mudah. Di dalam otak anak terdapat milyaran sel syaraf, dan pada sel-sel syaraf tersebut akan terbentuk pola-pola mental dan karakter. Contohnya seorang anak yang memiliki pengalaman disuntik dengan sedikit dipaksa. Kejadian tersebut meninggalkan rasa sakit sehingga terekam dan meninggalkan pola asosiasi yang kuat pada anak, bahwa setiap orang yang berpakaian putih-putih identik dengan suntikan. Akibatnya dengan hanya melihat orang berpakaian putih-putih seperti dokter, suster atau orang lain yang mungkin tidak ada hubungannya dengan suntikan dia sudah merasa ketakutan dan histeris. Sayangnya, orang tua sering mengabaikan hal-hal yang terlihat sepele semacam ini.

Contoh lain pengaruh lingkungan pada anak bisa dilihat pada cerita Tarzan. Tarzan begitu lihai berjalan, bercakap dan bertingkah laku seperti kera dan binatang-binatang hutan lainnya. Hal ini karena setiap waktu dalam sebuah kurun waktu tertentu ia senantiasa mendapatkan rangsangan-rangsangan dari lingkungan sekitarnya mengenai cara hidup di hutan. Ternyata saat ia dewasa dan bertemu manusia, baru ia sadari bahwa sebenarnya bukan seperti itu seharusnya ia berjalan, bercakap dan bertingkah laku.

Pada orang dewasa, perulangan kejadian juga bisa menyebabkan terbentuknya pola perilaku. Misalnya orang yang sebelumnya tidak pernah menggosip, ketika ia mulai menggosip hal ini akan membentuk pola menggosip di otaknya. Semakin sering ia mencoba menggosip, pola yang terbentuk akan semakin kuat dan hidup. Menurut dr. Taufik Bachtiar, pakar neurologi otak Indonesia, ketika kebiasaan sudah menjadi terlalu sering, maka pola perkembangan otak akan menjadi hidup seolah-olah dia perlu berkembang, menjadi besar dan mencari sambungan yang lebih besar lagi. Pada akhirnya otak akan selalu berusaha mencari makanan untuk pola yang terbentuk ini. Orang yang terbiasa menggosip akan menjadi pusing ketika lama tidak menggosip. Pusing yang ia rasakan merupakan sinyal yang dikirim otak untuk mencari makanan, dalam hal ini menggosip.



Last Updated on Wednesday, 17 March 2010 16:54
 
 

Kolom BSI

Penderita penyakit alergi akhir-akhir ini makin meningkat, tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan pada anak-anak semakin hari semakin bertambah saja jumlahnya. Sebuah studi internasional menunjukan bahwa sekitar 25 – 30% anak-anak mengidap alergi. Sekitar satu dari tiga bayi yang lahir sekarang memiliki peningkatan memiliki resiko alergi

Selengkapnya di www.bsikharisma.multiply.com

Kolom Apresiasi

"Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan mental Anak dari Tinjauan Pembentukan Pola Neorologis Otak" merupakan tema Seminar Online KHARISMA pada bulan Oktober 2009. Tema ini disampaikan dengan sangat baik oleh H. Ir. Purwanto Yudharmanto yang telah berpengalaman luas dalam bidang terapi mental dan pembentukan pola pikir. Tema yang menarik dan disampaikan dengan sangat memukau oleh tokoh penemu dari Deep- Mind Power Engineering Technique dan Pemrakarsa Sharia Terapist of Enterpreneuer Mentality and Mindset Building ini, disambut dengan sangat antusias oleh peserta Seminar online KHARISMA.