Home Pengalaman di Jerman Pengalamanku
 

Ikut Berpartisipasi

Mari sukseskan program-program KHARISMA dengan partisipasi Anda melalui Nomor Rekening :

Bendahara KHARISMA

Septi Panca Sakti
Konto Nr. 161 91 54
BLZ  613 700 24
Deutsche Bank Aalen

Kharisma di Facebook

Sahabat Kharisma

Ikut Milis Kharisma

Tempat sahabat-sahabat KHARISMA berbagi, bertukar pikiran, wawasan, pengalaman dan ilmu pengetahuan.

 
Pengalamanku PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 01 December 2009 00:00

oleh: Milda Ramdhini, B.A, M.A

Tulisan ini dibuat atas masukan dan dorongan dari teman-teman, yang bertujuan hanya untuk membagi pengalaman, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi sahabat KHARISMA. Terutama, mungkin bagi mereka yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di Jerman.

Perjalanan saya ke Jerman dimulai dengan kursus Bahasa Jerman secara extensif ketika saya duduk di kelas 3 SMA. Kursus tersebut saya mulai pada bulan Februari 2002. Selama dua kali setiap pekannya. Mulai bulan Juli, di tahun yang sama, saya mengikuti kursus intensif, selama kurang lebih 6 bulan, diakhiri dengan mengambil ujian ZD (Zertifikat Deutsch) di Goethe Institut, Jakarta.

Tempat kursus bahasa tersebut kebetulan mengadakan jasa untuk membantu aplikasi dan pemberangkatan ke Jerman. Sehingga, dengan bantuan tempat kursus, saya mulai melakukan aplikasi ke universitas-universitas di Jerman, sesuai dengan jurusan yang saya inginkan.

Alhamdulillaah, di bulan Desembernya, masih di tahun yang sama, saya mendapatkan visa belajar bahasa di Sprachenzentrum der TU Braunschweig.

Tanggal 9 Januari 2003 saya berangkat ke Jerman, dengan terlebih dahulu dibantu oleh tempat kursus untuk memperoleh tempat tinggal sementara di Braunschweig. Tidak lama memulai kursus bahasa di Braunschweig, saya mendapatkan panggilan untuk mengikuti Aufnahmeprüfung di Ausländerstudienkolleg der Fachhochschule Konstanz. Karena dari lima aplikasi yang dikirim dari Indonesia, salah satunya adalah aplikasi jurusan Wirtschaftsingenieurwesen di Fachhochschule Konstanz. Ternyata karena baru lulus dari SMA, saya harus mengikuti ujian persamaan, yaitu Feststellungsprüfung, yang bisa diikuti setelah melalui dua semester di Ausländerstudienkolleg.

Ada yang tidak bisa saya lupakan ketika akan mengikuti Aufnahmeprüfung. Saat itu saya dikirimi Muster untuk Kurs-T dan W. Namun karena di Muster Kurs-T, terdapat soal-soal fisika, maka saya memilih untuk mengikuti Aufnahmeprüfung Kurs-W. Apa yang terjadi kemudian, ternyata berpengaruh pada perjalanan saya selanjutnya.

Setelah lulus Aufnahmeprüfung Kurs-W, saya ditanya oleh Kepada Administrasi Studienkollegnya, jurusan apa yang nanti akan saya pilih untuk study. Saya menjawab Wirtschaftsingenieurwesen. Namun, setelah mengetahui bahwa Kurs yang saya ikuti adalah Kurs-W, beliau bilang, saya harus melupakan jurusan tersebut, karena ternyata untuk bisa aplikasi, seharusnya saya masuk Kurs-T.

Setahun di Ausländerstudienkolleg dan lulus Feststellungsprüfung, saya kemudian aplikasi ke  berbagai Universität di seluruh Jerman dan Fachhochschule di wilayah Baden Württemberg. Tentunya setelah merubah haluan ke bidang ekonomi.

Akhirnya, tepat pada Summer Semester 2004 saya mendapatkan tempat studi di Hochschule für Technik und Wirtschaft Aalen, di Aalen, Baden Württemberg, jurusan Internationale Betriebswirtschaft. Di awal kuliah, karena dengan visa student saya juga berhak untuk part time job, maka diawal semester saya pun mencoba-coba untuk melamar Ferien Job untuk Sommerferien, sebab saya dengar untuk bisa mendapatkan pekerjaan tersebut, kita harus apply jauh-jauh hari sebelumnya.

Di semester pertama, saya hanya fokus kuliah, dan dilanjutkan kerja pada liburan semesteran. Mulai semester ke dua, saya diminta untuk sesekali memberikan les matematika untuk anak-anak Grundschule. Di liburan semester tahun ke dua kuliah, akhirnya saya bisa mendapatkan Ferien Job disalah satu perusahaan di Aalen, di bagian Produksinya.

Begitulah tahun-tahun berikutnya saya lalui, kuliah di semester, dan bekerja pada saat liburan tiba. Akan tetapi, setelah saya memasuki Hauptstudium, saya mendapatkan tawaran dari sebuah Nachhilfekurs untuk mengajar bahasa Inggris disana. Kebeneran, saya juga ingin memperbaiki bahasa Inggris saya yang sudah hancur, karena terpengaruh bahasa Jerman.. :D.

Saya berasil menyelesaikan program Bachelor tepat di tahun 2008. Kemudian saya meneruskan program Master di Reinhold Würth Hochschule der Hochschule Heilbronn di Künzelsau untuk jurusan International Marketing and Communication. Karena program studinya terintegrasi dengan beberapa perusahaan yang berpengaruh pada padatnya jadwal kuliah dan pengerjaan proyek-proyek dari perusahaan tersebut, maka saya tidak bisa lagi untuk kuliah sambil bekerja. Tetapi untungnya program ini hanya 3 sampai 4 semester, tergantung seberapa cepat menyelesaikan Thesis. Dan alhamdulillah, tepat di bulan Juli, 2009 saya berhasil menyelesaikan program master tersebut.

Note :

Aufnahmeprüfung : Ujian masuk Studienkolleg
Wirtschaftsingenieurwesen : Teknik Industri
Feststellungsprüfung : Ujian akhir di Studienkolleg
Ferien job : kerja di saat liburan
Sommerferien : Liburan musim summer
Grundschule : Sekolah tingkat Dasar (SD)
Hauptstudium : Advanced Study Period
Nachhilfekurs : Kursus Bimbingan Belajar

Last Updated on Friday, 22 January 2010 17:11
 
 

Kolom BSI

Samudera perih seluas apa yang membadai di hati seorang istri, saat ia harus menjadi pendamping setia bagi suaminya yang tengah berjuang membunuh penyakit yang kronis? Inilah yang terjadi pada Sari Meutia, seorang istri yang sempat merasa hidupnya too good to be true, lalu tiba-tiba berbalik total. Suaminya divonis mengalami gagal ginjal terminal-nyaris tanpa aba-aba sebelumnya-sekitar empat puluh hari sejak kepulangan mereka dari ibadah haji di tanah suci.

Selengkapnya di: bsikharisma.multiply.com

Kolom Apresiasi

KHARISMA sebagai lembaga yang memiliki perhatian dalam bidang pendidikan, pada tanggal 25 Juni-30 Juli 2009 menyelenggarakan Kursus Bahasa Jerman online yang dipandu oleh seorang trainer yang ahli di bidangnya, Mbak Nastiti Amiranti. Walaupun kursus bahasa diselenggarakan secara Online, tetapi minat dan antusias peserta begitu besar karena mbak Tia membawakan kursus tersebut dengan sangat menarik. Kursus yang diikuti oleh peserta dari Jerman dan Indonesia ini terselenggara dengan sukses. Hal ini terbukti dengan kemajuan pesat yang dialami peserta dalam mempelajari bahasa Jerman setelah mengikuti kursus.